MENGENAL 9 GEJALA HIPOKSIA SAAT MENDAKI GUNUNG
19 Sep 2019
Tulis Komentar
ANBUSENJA - Mengenal 9 Gejala Hipoksia saat mendaki gunung. Hipoksia merupakan kondisi dimana tubuh mengalami kekurangan pasokan oksigen, untuk menjalankan fungsi-fungsi normalnya. Banyak jenis Hipoksia, namun jika dalam konteks ketinggian, gejala hipoksia ini masuk kedalam jenis Hipoksia - Hipoksik.
Hipoksia - Hipoksik terjadi, karena kadar oksigen dalam pembuluh arteri turun. Hal ini biasanya disebabkan karena berada disituasi atau berada disuatu tempat dengan kadar oksigen yang rendah. Seperti ketika berada di area kebakaran, ketika tenggelam dan juga ketika berada di ketinggian. Yakni di Gunung.
Agar kamu bisa mewaspadai, berikut gejala hipoksia yang umumnya terjadi yang bisa kamu antisipasi, yakni :
Hipoksia - Hipoksik terjadi, karena kadar oksigen dalam pembuluh arteri turun. Hal ini biasanya disebabkan karena berada disituasi atau berada disuatu tempat dengan kadar oksigen yang rendah. Seperti ketika berada di area kebakaran, ketika tenggelam dan juga ketika berada di ketinggian. Yakni di Gunung.
![]() |
| Sumber Gambar : suherlin.com : pengertian hipoksia |
Mengenal 9 Gejala Hipoksia Saat Mendaki Gunung
Pun penyebab lainnya adalah pendaki yang menderita sakit asma, edema paru, dan penyakit paru-paru lainnya. Tanda - tanda awal Hipoksia, biasanya menderita pusing, letih yang tak berkesudahan, keringat dingin, sesak nafas dan mual.Agar kamu bisa mewaspadai, berikut gejala hipoksia yang umumnya terjadi yang bisa kamu antisipasi, yakni :
- Nafas pendek
- kebingungan
- berkeringat
- kulit berubah warna menjadi biru atau merah keunguan,
- sesak nafas
- halusinasi
- kelelahan
- detak jantung cepat
- nafas berbunyi (mengi)
penanganan gejala hipoksia dapat dilakukan dengan cara memasok oksigen ke dalam tubuh. Tubuh penderita hipoksia akan dipasok oksigen menggunakan selang atau masker oksigen.
Semakincepat kadar oksigen dalam tubuhnya kembali normal, semakin kecil resiko kerusakan organ tubuh.
Hipoksia juga bisa menimbukan kompliksi jika terjadi kesalahan dalam penangannnya. Pemberian oksigen berlebihan justru bisa merusakan meracuni jaringan tubuh atau biasa disebut hiperoksia. Hal ini bisa menyebabkan
- Katarak
- vertigo
- kejang-kejang
- perubahan perilakuan
- oneumonia
Rutin Latihan Fisik Sebelum Mendaki
Maka dari itu, sangat disarankan untuk melatih fisik sebelum mendaki gunung.. Hal tersebut juga guna untuk menghindari terkena gejala ini ketika mendaki gunung. [Latihan Fisik Sebelum Mendaki Gunung]
Apalagi gejala ini sebenarnya, masih belum banyak diketahui oleh pendaki. Jadi akan sangat beresiko dan berpotensi besar penderita akan mendapat komplikasi seperti yang sudah di infornmasi diatas jika di lakukan penangan yang salah.
Aktifitas mendaki tidak hanya membutuhkan jiwa dan semangat muda tetapi juga kondisi fisik yang prima. Jadi kalau tidak ingin dibilang Tua dalam arti fisik mala mulailah berlatih kembali.
Agar ketahanan fisik menjadi prima dan kemampuan paru-paru anda dalam menyimpan dan menampung udara serta mendistribusikan oksigen ke seluruh tubuh menjadi lebih maksimal.
Referensi Artikel : IG = @pendakilawas
Baca Juga :
Alasan Kenapa kamu harus mendaki walaupun hanya sekali
Jenis Latihan Fisik Sebelum Mendaki
Jenis Kompor Yang Dipakai Ketika Mendaki Gunung
Yang Wajib Ada Dalam Daftar Logistik Pendakkian Gunung Kamu
Musim Kemarau Mendaki Gunung
Tips Mendirikan Tenda Gunung
Tentang Mendaki Gunung Sendiri (Solo Hiking)
Referensi Artikel : IG = @pendakilawas
Baca Juga :
Alasan Kenapa kamu harus mendaki walaupun hanya sekali
Jenis Latihan Fisik Sebelum Mendaki
Jenis Kompor Yang Dipakai Ketika Mendaki Gunung
Yang Wajib Ada Dalam Daftar Logistik Pendakkian Gunung Kamu
Musim Kemarau Mendaki Gunung
Tips Mendirikan Tenda Gunung
Tentang Mendaki Gunung Sendiri (Solo Hiking)

Belum ada Komentar untuk "MENGENAL 9 GEJALA HIPOKSIA SAAT MENDAKI GUNUNG"
Posting Komentar